Feeds:
Pos
Komentar

PUISI

saat kusadari ….

saat kusadari hidup ini perjuangan

saat kusadari kegagalan bukan kehancuran

saat kusadari siang dan malam sebuah kepastian

saat kusadari baik dan buruk adalah cobaan

saat kusadari harta dan cinta tdk sesuatu yg kekal

saat kusadari yg berlalu takkan terulang

saat kusadari kritik dan saran wujud perhatian

saat kusadari kematian pasti akan datang
kuingin menyiapkan bekal

kuingin memiliki pegangan hidup

kuingin keselamatan dunia dan akherat

Ya Tuhan kami,berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan diakherat

dan peliharalah kami dari siksa neraka amien…

By : Hany HK

Riset Amerika Tegaskan Manfaat Shalat Dan Ibadah

Sebuah riset di Amerika yang diadakan Medical Center di salah satu universitas di sana ‘Pyok’ menegaskan, shalat dapat memberikan kekuatan terhadap tingkat kekebalan tubuh orang-orang yang rajin melaksanakannya melawan berbagai penyakit, salah satunya penyakit kanker. Riset itu juga menegaskan, adanya manfaat rohani, jasmani dan akhlak yang besar bagi orang yang rajin shalat.

Riset itu mengungkapkan, tubuh orang-orang yang shalat jarang mengandung persentase tidak normal dari protein imun Antarlokin dibanding orang-orang yang tidak shalat. Itu adalah protein yang terkait dengan beragam jenis penyakit menua, di samping sebab lain yang mempengaruhi alat kekebalan tubuh seperti stres dan penyakit-penyakit akut.

Para peneliti meyakini, ibadah dapat memperkuat tingkat kekebalan tubuh karena menyugesti seseorang untuk sabar, tahan terhadap berbagai cobaan dengan jiwa yang toleran dan ridha. Sekali pun cara kerja pengaruh hal ini masih belum begitu jelas bagi para ilmuan, akan tetapi cukup banyak bukti atas hal itu, yang sering disebut sebagai dominasi akal terhadap tubuh. Bisa jadi melalui hormon-hormon alami yang dikirim otak ke dalam tubuh di mana orang-orang yang rajin shalat memiliki alat kekebalan tubuh yang lebih aktif daripada mereka yang tidak melakukannya. Demikian seperti dilansir situs ‘Laha’.

Profesor Mas’ud Shabri, anggota Persatuan Ulama Islam Internasional mengatakan, “Kita mengimani bahwa shalat memiliki banyak manfaat rohani, sosial, medis dan sebagainya akan tetapi semua ini masih masuk dalam lingkup ijtihad yang sebagian kalangan bisa benar, dan sebagian kalangan yang lain bisa salah. Bila salah seorang, misalnya ada yang berkata, ‘Di antara manfaat shalat begini,’ kemudian ilmu sekarang ini menyingkap ketidakbenaran info ini, maka kesalahan itu dilimpahkan kepada orang yang mengatakan adanya manfaat tertentu itu, bukan pada shalat itu sendiri.!!??

Shabri menambahkan, “Sebelum segala sesuatunya, sikap yang pertama kali harus ditunjukkan adalah bahwa kita wajib menjadikan shalat sebagai suatu ibadah dulu. Kemudian setelah itu, boleh menyebutkan adanya manfaat atau tidak darinya. Andaikata shalat tidak memiliki manfaat seperti itu selain ketaatan kepada Allah, maka itu sudah cukup bagi kita sebagai suatu kemuliaan berdiri di hadapan Allah swt dalam sehari lima waktu shalat fardhu. Bagi siapa saja yang ingin berdiri lebih lama lagi, maka pintu terbuka untuk itu. Ini sama sekali tidak mengurangi nilai shalat itu sendiri dari sisi-sisi non ibadah.!!
(Mufakkira el-Islam, tgl 21 Syawwal 1427 H)

KALIAN ADALAH SEBURUK-BURUK HAMBA

Abdul Wahid bin Zaid berkata, “Ketika itu kami naik perahu, angin kencang berhembus menerpa perahu kami, sehingga kami terdampar di suatu pulau. Kami turun ke pulau itu dan mendapati seorang laki-laki sedang terdiam menyembah patung.”

Kami berkata kepadanya, ‘Di antara kami, para penumpang perahu ini tidak ada yang melakukan seperti yang kamu per-buat.’

Dia bertanya, ‘Kalau demikian, apa yang kalian sembah?’
Kami menjawab, ‘Kami menyembahAllah.’

Dia bertanya, ‘Siapakah Allah?’
Kami menjawab, ‘Dzat yang memiliki istana di langit dan kekuasaan di muka bumi.’

Dia bertanya, ‘Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?’
Kami jawab, ‘Dzat tersebut mengutus seorang rasul kepada kami dengan membawa mu’jizat yang jelas, maka rasul itulah yang menerangkan kepada kami mengenai hal itu.’

Dia bertanya, ‘Apa yang dilakukan rasul kalian?’
Kami menjawab, ‘Ketika beliau telah tuntas menyampaikan risalahNya, Allah a mencabut ruhnya, kini utusan itu telah meninggal.’

Dia bertanya, ‘Apakah dia tidak meninggalkan sesuatu tanda kepada kalian?’
Kami menjawab, ‘Dia meninggalkan Kitabullah untuk kami.’

Dia berkata, ‘Coba kalian perlihatkan kitab suci itu ke-padaku!’
Kemudian kami memberikan mushaf kepadanya.

Dia berkata, ‘Alangkah bagusnya bacaan yang terdapat da-lam mushaf itu.’
Lalu kami membacakan beberapa ayat untuknya. Tiba-tiba ia menangis, dan berkata, ‘Tidak pantas Dzat yang memiliki firman ini didurhakai.’ Kemudian ia memeluk Islam dan menjadi seorang muslim yang baik.’

Selanjutnya dia meminta kami agar diizinkan ikut serta dalam perahu. Kami pun menyetujuinya lalu kami mengajarkan beberapa surat al-Qur’an. Ketika malam tiba sementara kami semua berangkat tidur, tiba-tiba dia bertanya, ‘Wahai kalian, apakah Dzat yang kalian beritahukan kepadaku itu juga tidur?’

Kami menjawab, ‘Dia Hidup terus, Maha Mengawasi dan tidak pernah ngantuk atau tidur.’

Dia berkata, ‘Ketahuilah, adalah termasuk akhlak yang tercela bilamana seorang hamba tidur nyenyak di hadapan tuannya.’ Dia lalu melompat, berdiri untuk mengerjakan shalat. Demikianlah, kemudian ia qiyamullail sambil menangis hingga datang waktu Shubuh.

Ketika sampai di suatu daerah, aku berkata kepada kawan-kawanku, ‘Laki-laki ini orang asing, dia baru saja memeluk Islam, sangat pantas jika kita membantunya.’ Mereka pun bersedia mengumpulkan beberapa barang untuk diberikan kepadanya, lalu kami menyerahkan bantuan itu kepadanya. Seketika saja ia bertanya, ‘Apakah ini?’
Kami jawab, ‘Sekedar infak, kami berikan kepadamu.’

Dia berkata, ‘Subhanallah. Kalian telah menunjukkan kepa-daku suatu jalan yang kalian sendiri belum mengerti. Selama ini aku hidup di suatu pulau yang dikelilingi lautan, aku menyem-bah dzat lain (bukan Allah q -pent), sekalipun demikian dia tidak pernah menyia-nyiakan aku… maka bagaimana mungkin dan apakah pantas Dzat yang aku sembah sekarang ini, Dzat Yang Maha Mencipta dan Dzat Maha Memberi rizki akan mene-lantarkan aku?’

Setelah itu dia pergi meninggalkan kami. Beberapa hari kemudian, aku mendapat khabar bahwa ia dalam keadaan saka-ratul maut. Kami segera menemuinya, dan ia sedang dalam detik-detik kematian. Setiba di sana aku ucapkan salam kepa-danya, lalu bertanya, ‘Apa yang kamu inginkan?’

Dia menjawab, ‘Keinginan dan harapanku telah tercapai pada saat kalian datang ke pulau itu sementara ketika itu aku tidak mengerti kepada siapa aku harus menyembah.’

Kemudian aku bersandar pada salah satu ujung kainnya untuk menenangkan hatinya, tiba-tiba saja aku tertidur. Dalam tidurku aku bermimpi melihat taman yang di atasnya terdapat kubah di sebuah kuburan seorang ahli ibadah. Di bawah kubah terdapat tempat tidur sedang di atasnya nampak seorang gadis sangat cantik. Gadis itu berkata, ‘Demi Allah, segeralah mengu-rus jenazah ini, aku sangat rindu kepadanya.’ Maka aku terba-ngun dan aku dapati orang tersebut telah mati. Lalu aku mandikan jenazah itu dan kafani.

Pada malam harinya saat aku tidur, aku memimpikannya lagi. Aku lihat ia sangat berbahagia, didampingi seorang gadis di atas tempat tidur dibawah kubah sambil menyenandungkan firman Allah.

“(Sambil mengucapkan), ‘Salamun ‘alaikum bima shabartum.’ Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (Ar-Ra’d: 24).

(SUMBER: 99 KISAH ORANG-ORANG SHALIH seperti yang dinukil dari Al-Mawa’izh wal Majalis, 40. PENERBIT, DARUL HAQ, 021-4701616)

Bau Harum Masyithah

Masyithah pelayan putri Fir’aun. Ia ibu yang melahirkan putra-putra berlian. Wanita yang berani mempersembahkan jiwa-raga untuk agama Allah swt. Ia seorang bunda yang memiliki sifat kasih sayang dan kelembutan. Mencintai anak-anaknya dengan cinta fitrah ibu yang tulus. Masyithoh berjuang, bekerja, dan rela letih untuk membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat.

Bayangkan, anaknya yang terkecil direnggut dari belaian tangannya. Si sulung diambil paksa. Keduanya dilemparkan ke tengah tungku panas timah membara. Masyithah menyaksikan itu semua dengan mata kepalanya sendiri. Kalbu ibu mana yang tidak bergetar. Hati ibu mana yang tidak hancur bersama luruhnya jasad buah hatinya. Jiwa ibu mana yang tidak tersembelih dan membekaskan rasa sakit dengan luka menganga? Masyithah melihat sendiri si sulung dan si bungsu menjerit kesakitan terpanggang di tungku timah panas membara.

Itulah peristiwa dahsyat yang dihadapi Masyithah, sosok yang menakjubkan dalam cinta kepada Allah swt. Ia seorang ibu mukminah yang sangat sabar dan memiliki anak-anak yang shalih lagi baik hati. Cinta yang bersemayam dalam hati mereka adalah gejolak iman yang mampu melahirkan sebuah pengorbanan yang sempurna. Kehidupan dunia tidak mampu mengalihkan mereka dari cita-cita meraih keridhaan Sang Pencipta. Inilah hakikat yang sebenar-benarnya: Iman yang baik akan mampu mengalahkan tarikan dunia dengan segala isinya.

Tuhanku Allah

Tidak diragukan lagi, siapa yang pernah merasakan pahitnya kezhaliman meskipun sesaat, mencicipi sakitnya siksaan meskipun sebentar, pasti akan tahu mengapa Rasulullah saw bersabda, ”Kezhaliman akan membawa kegelapan di hari kiamat.” (Bukhari)

Masyithah telah merasakan beragam kezhaliman dan penyiksaan. Semua ketidaknyamanan itu dihadapinya dengan tegar sampai akhirnya ia bertemu dengan Tuhannya dengan ridha dan diridhai. Masyithah mengajarkan kepada kita tentang sempurna dalam berkorban dan total dalam berderma. Ia telah sukses mendidik anak-anaknya untuk mempersembahkan nyawa mereka untuk Allah swt.

Rasulullah saw. bercerita kepada kita, “Ketika menjalani Isra’ dan Mi’raj, aku mencium bau yang sangat harum.” “Wahai Jibril, bau harum apa ini?” tanya Rasulullah. Jibril menjawab, “Ini bau harum Masyithah –pelayan putri Fir’aun– dan anak-anaknya.” Saya bertanya, “Apa kelebihan Masyithah?”

Jibril menjawab, ”Suatu hari Masyithah menyisir rambut putri Fir’aun. Sisirnya jatuh dari tangannya. Ia berkata, ‘Bismillah.’ Putri Fir’aun kaget dan berkata kepadanya, ‘Dengan menyebut nama ayahku.’ Ia menolak. ‘Tidak. Akan tetapi Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah.’ Ia menyuruh putri itu untuk menceritakan peristiwa tersebut kepada ayahnya.

Putri itu pun menceritakan kepada Fir’aun. Maka Fir’aun memanggil Masyithah. Fir’aun bertanya, “Wahai Fulanah, apakah engkau punya Tuhan selain aku?” Ia menjawab, “Ya, Tuhan saya dan Tuhan kamu adalah Allah.” Fir’aun marah besar. Ia memerintahkan dibuatkan tungku besar yang diisi timah panas; agar Masyithah dan anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya. Masyithah tidak menyerah. Begitu juga anak-anaknya. Masyithoh meminta satu hal kepada Fir’aun, “Saya minta tulangku dan tulang anak-anakku dibungkus menyatu dengan kain kafan.” Fir’aun menuruti permintaannya.

Bismillah

Sungguh, Masyithah wanita terhormat lagi mulia. Ia hidup di istana raja. Ia dekat kekuasaan karena tugasnya merawat anak Fir’aun. Akan tetapi keimanan kepada Allah swt. telah membuncah di kalbunya. Kadang ia menyembunyikan keimanannya seperti yang dilakukan istri atau keluarga Fir’aun yang muslim lainnya.

Bedanya ketika iman telah memenuhi kalbu, maka lisan akan mengucapkan apa yang terpendam dalam kalbu tanpa beban, tanpa paksaan, dan tanpa rasa takut. Inilah yang dilakukan Masyithah. Ia mengatakan dengan dilandasi fitrah yang suci, ”Bismillah”, tanpa memikirkan resiko yang akan dialaminya. Ia telah mengungkapkan isi kalbunya yang telah disimpannya berhari-hari bahkan bertahun-tahun. Ia memproklamasikannya dengan bangga dan gembira. Bahkan, ketika putri Fir’aun memintanya untuk mengakui ketuhanan ayahnya, ia menolak tegas dengan mengatakan, ”Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah.”

Ia tidak takut siksaan. Ia tidak gentar dengan kekuatan Fir’aun yang terkenal bengis dan tidak berperikemanusiaan. Apa pun yang terjadi, ia hadapi dengan tegar.

Ujian Kalbu

Sungguh ujian berat menimpa wanita mulia ini beserta anak-anaknya. Fir’aun menghukum karena mereka beriman kepada Allah swt. dan rela dengan agama yang mereka anut. Tanpa belas kasih Fir’aun melempar anak-anak Masyithah satu demi satu ke tungku besar berisikan timah panas yang mendidih. Fir’aun melakukanya untuk menakut-nakuti Masyithah. Fir’aun berharap naluri keibuan Masyithah iba akan nasib anak-anaknya dan itu membuatnya lemah lalu mau kembali mengakui Fir’aun sebagai Tuhan. Akan tetapi Allah swt. memperlihatkan kepada Fir’aun bahwa yang menggenggam kalbu Masyithah adalah diri-Nya. Apakah Fir’aun mampu menguasai kalbu seseorang yang telah beriman? Mungkin ia bisa membunuh jasadnya, tapi mampukah membunuh ruhnya? Itu mustahil dilakukan Fir’aun.

Apa yang dihadapi Masyithah adalah ujian yang berat bagi kalbu orang yang beriman. Namun, dorongan keimanan yang kuat membuatnya bertahan dan keluar menjadi pemenang. Masyithah dan anak-anaknya membuktikan keimanannya kepada Allah dengan mewakafkan diri hancur disiksa dengan cara yang sangat tidak berperikemanusiaan oleh Fir’aun.

Pelajaran dari Kisah Masyithah

Masyithah telah wafat. Tapi, kisahnya belumlah berakhir. Sampai saat ini, kisahnya masih terngiang di telinga orang-orang yang rindu bertemu dengan Allah swt. Karena, Masyithah telah memberi cambuk yang senantiasa memotivasi kita untuk meraih kehidupan yang baik dan lebih baik lagi.

Ada sejumlah pelajaran yang bisa kita petik dari kisah Masyithah, di antaranya:

· Iman adalah senjata yang sangat ampuh. Karena, iman adalah kekuatan yang bersumber dari ma’iyatullah (kebersamaan dengan Allah swt dan lindungan-Nya). Allah swt berfirman, ”Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (An-Nahl:128)

· Sabar dalam menghadapi cobaan dan teguh dalam pendirian, itulah yang dibuktikan oleh Masyithoh dan anak-anaknya. Rasulullah saw bersabda, ”Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dibanding mukmin yang lemah, dan masing-masing dari keduanya mendapatkan kebaikan.” (Muslim)

· Selalu ada permusuhan abadi antara hak dan batil, antara kebaikan dan keburukan. Meskipun keburukan banyak dan beragam, namun pasti ujungnya akan lenyap. Karena yang asli adalah kebaikan.

· Allah swt. akan meneguhkan orang-orang yang beriman ketika mereka dalam kondisi membutuhkan keteguhan tersebut. Sebab, ujian itu sunnatullah. Pasti akan datang kepada setiap orang yang mengaku beriman.

· Muslim yang sejati tidak akan tunduk kecuali kepada Allah swt. Dan ia senantiasa melaksanakan kewajiban amar ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.

· Peran dan kontribusi kaum wanita muslimah tidaklah lebih kecil dibanding pria dalam mengibarkan panji kebenaran. Para wanita memiliki peran yang besar dalam dakwah ilallah sejak zaman dahulu. Syahidnya Masithah akibat siksaan Fir’aun adalah bukti puncak pengorbanan yang pernah dilakukan wanita dalam sejarah.

· Balasan amal yang didapat seseorang adalah sesuai dengan kadar amal perbuatan itu sendiri. Allah swt. telah menghancurkan Fir’aun dan menghinakannya namanya dalam catatan sejarah yang akan terus dikenang sepanjang kehidupan manusia sebagai manusia terjahat. Sedangkan Masyithah diabadikan namanya dengan harum, dan menjadikan dirinya dan anak-anaknya wangi semerbak di langit tujuh karena perbuatannya yang baik. Jibril mencerita hal ini kepada Rasulullah, dan Rasulullah menyampaikannya kepada kita untuk dijadikan teladan.

· Allah swt. tidak akan menyiksa seseorang karena dosa orang lain.

· Sungguh, cerita seperti ini berulang dan akan terus berulang sepanjang waktu. Selalu akan ada orang zhalim dengan beragam bentuk kezhalimannya dan selalu ada orang yang akan menentang mereka meski tahu ada siksaan dan cobaan menyertai usaha baiknya itu. Kisah tetap satu: cobaan akan terjadi, tapi para pahlawan selalu memiliki kemiripan. Ending-nya tidak akan berubah, sebagaimana firman Allah swt. dalam surat Ar Rum: 47, ”Dan sesungguhnya kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang Rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa, dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.

(Disadur dari Majalah Al-Mujtama’ Edisi Februari 2007).

ABU ABDILLAH AL-QALANISI Dan Seekor Gajah

Abu Abdillah al-Qalanisi dalam sebuah perjalanannya dengan mengendarai perahu. Tiba-tiba angin kencang menggoncangkan perahu yang ditumpanginya. Seluruh penumpang berdoa dengan khusyu’ demi keselamatan mereka dan mengucapkan sebuah nadzar.

Para penumpang berkata kepada Abu Abdillah, “Masing-masing kami telah berjanji kepada Allah dan bernadzar agar Allah SWT menyelamatkan kami. Maka hendaknya kamu juga bernadzar dan bersumpah kepada Allah.” Dia menjawab, “Aku ini orang yang tidak perduli dengan dunia, aku tidak perlu bernadzar.”

Tetapi mereka memaksaku. Lalu aku bersumpah, “Demi Allah, sekiranya Allah SWT menyelamatkanku dari musibah yang menimpaku maka aku tidak akan makan daging gajah.”

Mereka bertanya, “Apakah boleh bernadzar seperti itu? Apakah ada orang yang mau makan daging gajah.?” Aku menjawab, “Itulah pilihanku, semoga Allah memberi ganjaran atas lisanku yang mengucapkan kata-kata itu.”

Benar, tidak lama kemudian kapal itu pecah. Para penumpang terdampar di sebuah pantai. Berhari-hari kami berada di pantai tersebut tanpa makan sesuatu pun.

Ketika kami sedang duduk-duduk beristirahat, ada anak gajah lewat di depan kami. Mereka menangkap anak gajah tersebut, menyembelih lalu memakannya. Mereka menawariku makan seperti mereka. Aku menjawab, “Aku telah bernadzar dan bersumpah kepada Allah untuk tidak makan daging gajah.”

Mereka mengajukan alasan, bahwa aku dalam keadaan terpaksa, sehingga dibolehkan untuk membatalkannya. Aku menolak alasan mereka, aku tetap memenuhi sumpahku. Setelah makan, mereka merasa kenyang lalu tidur.

Pada saat mereka tidur, induk gajah datang mencari anaknya, ia berjalan mengikuti jejak anaknya sambil mengendus-endus. Hingga akhirnya ia menemukan potongan tulang anaknya.

Induk gajah itu pun sampai di tempat istirahat kami, aku memperhatikannya. Satu orang demi satu orang dia ciumi, setiap kali ia mencium bau daging anaknya pada orang itu, maka orang itu diinjak dengan kaki atau tangannya sampai mati. Kini mereka semua telah mati.

Tiba saatnya induk gajah mendekatiku, ia menciumku tapi tidak mendapatkan bau daging anaknya pada diriku. Lalu ia menggerakkan tubuh bagian belakangnya, ia memberi isyarat, kemudian mengangkat ekor dan kakinya.

Dari gerakan tubuh gajah itu aku mengerti bahwa ia menghendaki agar aku menungganginya. Lalu aku naik, duduk di atasnya. Ia memberi isyarat agar aku duduk dengan tenang di atas punggungnya yang empuk. Ia membawaku berlari kencang sehingga malam itu juga aku tiba di sebuah perkebunan yang banyak pepohonan. Ia memberi isyarat agar aku turun dengan bantuan kakinya, maka aku pun turun. Kemudian ia berlari lebih kencang dari pada saat ia membawaku tadi.

Di pagi hari, aku menyaksikan di sekilingku hamparan sawah, perkebunan dan sekelompok orang. Orang-orang tersebut membawaku ke rumah kepala suku. Juru bicara suku itu memintaku berbicara. Kemudian aku ceritakan tentang diriku dan kejadian yang dialami sekelompok orang dan rombongan dalam perahuku.

Juru bicara itu bertanya kepadaku, “Tahukah kamu berapa jauh jarak perjalananmu dengan seekor gajah itu.?” Aku jawab, “Tidak tahu!” Ia menjawab, “Sejauh perjalanan selama 8 hari! Sementara Gajah itu membawamu lari hanya dalam satu malam.”

Selanjutnya aku diperkenankan tinggal bersama mereka di desa tersebut sehingga aku mendapat pekerjaan. Setelah itu aku pulang ke kampungku.

(SUMBER: 99 Kisah Orang Shalih, sebagai yang dinukil dari kitab Hilyatul Awliya`, 10/160)

AMERIKA: Sebuah Seminar Makar Agendakan Upaya Rubah al-Qur’an Dan Sekularisasi Islam!?

Kegiatan sebuah seminar yang dipelopori oleh Amerika Serikat baru-baru ini berakhir. Seminar itu diikuti sejumlah kalangan Neo Liberalis bersama sekelompok ahli inteligen Zionis dan kelompok Neo Konservatif pro Israel. Di antara masalah yang dibahas para peserta adalah ‘Interpretasi Ulang Terhadap al-Qur’an’ dan ‘Sekularisasi Islam.’ Juga membahas sebab-sebab perubahan kebudayaan timur tengah dari sikap keterbukaan sepanjang abad-abad pertengahan menjadi masyarakat agamis seperti sekarang ini.

Kantor berita Inpa menyebutkan, dalam daftar para penyelenggara seminar -yang dilaksanakan pada tanggal 5 Maret ini lalu di Florida dengan tema ‘Interpretasi Ulang al-Qur’an’ dan ‘Sekularisasi Islam’ itu- tercantum nama sejumlah kalangan neo Konservatif terkemuka yang aktif di lembaga ‘American Interprise.’

Kantor berita itu menyiratkan, para peserta membahas kiat menciptakan perubahan terhadap kebudayaan bangsa-bangsa di kawasan timur tengah yang mayoritas berpenduduk Muslim, memaksa mereka untuk menerima keterbukaan terhadap Barat, menghilangkan komitmen sungguh-sungguh terhadap ajaran Islam dan menerima sekulariasme sebagai pengganti aktifitas pemikiran dengan mencontoh apa yang terjadi di Turki.!?

Seminar itu juga membicarakan berbagai sarana untuk menyekulerkan Islam, memperluas media-media kritik terhadap Islam dan upaya membuat keraguan terhadap al-Qur’an al-Karim melalui klaim kebebasan berpendapat dan berkarya. Tujuannya, menyerukan bangsa Arab melalui lembaga-lembaga HAMnya agar mendukung tokoh-tokoh yang menjalankan misi ini, sekaligus memberikan poerlindungan kepada mereka.!?

Seminar itu memanafaatkan sejumlah slogan untuk mengkampanyekan pemikiran-pemikirannya dengan kedok ‘memerangi terorisme,’ ‘Seruan Menegakkan Demokrasi,’ ‘Membebaskan Penduduk Kawasan Timur Tengah,’ ‘Memperluas Lingkup Ham’ dan ‘Menyusupkan Lembaga-Lembaga Kemasyarakatan Dan Sipil Yang Memiliki Hubungan Dengan Lembaga Sejenis Di Barat.!!??

Seminar itu juga mengangkat slogan-slogan lainnya untuk dimanfaatkan dalam agenda mengkampanyekan tujuan-tujuannya seperti ‘Pembaruan Islam,’ ‘Modernisasi Islam.,’ dan ‘Sekularisasi Islam’ serta sinonim-sinonim lainnya yang berisi pesan kepada para peserta agar membentuk ‘Islam modern’ yang berjalan sejajar dengan tuntutan fase-fase sejarah saat ini. Juga melalui interpretasi ulang terhadap al-Qur’an dan membaca ulang sejarah Islam dengan menjauhkan setiap kandungan-kandungannya yang mendukung identitas dirinya dan menjaga keberlangsungannya, sekalipun demikian banyak tantangan yang dihadapinya sepanjang abad-abad lalu.!? (ismo/AS)

http://www.alsofwah.or.id

Jumat, 16 Maret 07

TANDA TANDA KIAMAT

Mari kita renungkan semoga kita sudah dpt mempersiapkan sisa hidup kita dengan sebaik2nya jangan sia2kan ………….semoga kita yang belum terlambat (Hp)

Tanda2 kiamat

  1) Penaklukan Baitulmuqaddis

   Dari Auf b. Malik r.a. katanya,Rasulullah s.a.w telah bersabda:

   “Aku menghitung 6 perkara menjelang hari kiamat.” Baginda menyebutkan salah 1) diantaranya, iaitu penaklukan   Baitulmuqaddis.” – Sahih Bukhari

   ~ dah mulai kan ?...

(fyi, hari ini kaum  militan Yahudi sedang berusaha mengepung dan membakar masjid Al Aqsa. Palestina sedang mempertahankan. Mari kita berdoa utk kejayaan dan kemuliaan Islam)

2) Zina bermaharajalela .

   “Dan tinggallah manusia2 yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar  (keledai).   Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang.”  – Sahih Muslim

   ~ Dah tampak kan ?…

3) Bermaharajalela alat musik .

   “Pada akhir zaman akan terjadi tanah runtuh, rusuhan & perubahan muka.”

   Ada yang bertanya kepada Rasulullah; “Wahai Rasulullah bila hal ini terjadi?” Baginda

   menjawab; “Apabila telah bermaharajalela bunyian (musik) & penyanyi2 wanita” -Ibnu Majah

   ~ S’pore Idol, Malaysian Idol, Akademi Fantasia, Audition dan macam macam lagi

4) Menghias masjid & membanggakannya .

   “Di antara tanda2 telah dekatnya kiamat ialah manusia bermegahan dalam mendirikan masjid” –

   Riwayat Nasai.

   ~ terlihat sudah masjid2 besar tanpa jamaah…

5) Munculnya kekejian, memutuskan kerabat & hubungan dengan tetangga tidak baik.

   “Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan & perkataan keji, memutuskan hubungan

   silaturahim & sikap yang buruk dalam  tetangga.” – Riwayat Ahmad dan Hakim.

   ~ ada anak tak mengakui orang tua karena malu

6) Ramai orang soleh meninggal dunia.

   “Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang2 yang baik & ahli agama di

   muka bumi,maka tiada yang tinggal padanya kecuali orang2 yang hina & buruk yang tidak

   mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari kemungkaran” – Riwayat Ahmad

   ~ boleh kita hitung berapa ulama besar yang tinggal.. ..

7) Orang yang hina mendapat kedudukan terhormat.

   “Di antara tanda semakin dekatnya kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka’ bin

   Luka'(orang yang bodoh & hina). Maka orang yang paling baik ketika itu ialah orang yang 

   beriman yang  diapit oleh 2 orang mulia” – Riwayat Thabrani

   ~ george bush

8) Mengucapkan salam kepada orang yang dikenalnya sahaja.

   “Sesungguhnya di antara tanda2 telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mahu

   mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja.” – Riwayat Ahmad

   ~ Terkadang sesama muslim kenal pun tak bertegur sapa…

9) Banyak wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang.

   Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. “Di antara tanda2 telah hari kiamat ialah akan muncul pakaian2 wanita & apabila mereka memakainya keadaannya seperti telanjang”.

   ~ Pakaian zaman sekarang ini (tube, spaghetti strap, g-string etc etc)

10) Bulan sabit kelihatan besar.

    “Di antara tanda2 telah dekatnya hari kiamat ialah menggelembung (membesarnya) bulan  sabit.” – Riwayat Thabrani

    ~ Gak percaya lihat saja sendiri…

11) Banyak dusta & tidak tepat dalam menyampaikan berita.

    “Pada akhir zaman akan muncul pembohong2 besar yang datang kepadamu dengan membawa berita2 

    yang belum pernah kamu dengar & belum pernah didengar oleh bapa2 kamu sebelumnya, kerana 

    itu jauhkanlah dirimu dari mereka agar mereka tidak menyesatkanmu & memfitnahmu”

    – Sahih Muslim –

     ~ coba baca majalah2 yang popular sekarang ini…

12) Banyak saksi palsu & menyimpan kesaksian yang benar.

    “Sesungguhnya sebelum datang-nya hari kiamat akan banyak kesaksian palsu & disembunyikan kesaksian yang benar.” -Riwayat Ahmad

    ~ tengok ke peperangan Iraq

13) Negara Arab menjadi padang rumput & sungai.

    “Tidak akan datang hari kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi padang rumput & sungai2″ – Sahih Muslim

    ~ Dubai dah turun salju… Mina dah kena banjir

 

TOLONG FORWARDKAN KEPADA TEMAN2 LAIN !!

 Dari Abdullah bin ‘Amr r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda,

 “Sampaikanlah pesanku walaupun 1 ayat…”